Gejala Tifus

Gejala Tifus -Bakteri yang dapat menyebabkan penyakit tifus yaitu virus Salmonella , virus inilah yang dapat menyebakan penyakit tifus. Salmonella merupakan suatu genus bakteri enterobakteria yang bentuk seperti tongkat yang dapat menyebabkan tifoid, paratifoid, dan juga penyakit foodbome.

Patogenitas

Virus salmonella merupakan virus penyebab utama dari timbulnya penyakit yang akan disebarkan melalui makanan.  Biasanya serotipe salmonella merupakan penyebab penyakit pada organ pencernaan. Penyakit-penyakit yang biasa diakibatkan dari salmonella disebut dengan salmonellosis. Randa-tanda orang yang  mengalami salmonellosis seperti mengalami diare, keram perut, dan juga akan mengalami demam dalam waktu yang dari cepat hingga yang paling lama yaitu 8-72 jam setelah mengkonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi dengan salmonella.

Gejala Tifus

Gejala Tifus

Gejala-gejala lain yang disebabkan oleh salmonellasis yaitu demam, sakit kepala , mual dan muntah-muntah. Salmonella typhi merupakan hal yang dapat menyebabkan penyakit demam tifus atau yang lebih dikenal oleh masyarakat adalah penyakit tifus. Hal tersebut dikarekan invasi bakteri yang masuk ke dalam pembuluh darah manusia dan gastroenteritis yang disebabkan oleh keracunan makanan atau intoksikasi.

Infeksi salmonella typhi dapat berakibat fatal apabila terjadi pada bayi, ibu hamil dan kandungannya dan juga pada orang yang berusia lanjut. Hal tersebut dikarenakan kekebalan tubuh yang menurun. Kontraminasi salmonella bisa dicegah dengan cara rajin mencuci tangan dan juga  menjaga kebersihan makanan yang akan di konsumsi.

Sebaiknya anda mengenali geja tifus dengan baik dan benar, jika demam yang dialami hingga 5-6 hari akan hilang dan timbul maka kemungkinan besar bahwa anda terjangkit penyakit tifus. Dan apabila tidak demam, atau juga demamnya turun setelah 3 hari maka ada kemungkinan bahwa orang tersebut tidak terjangkit penyakit tifus.

Ada banyak sekali penyakit infeksi lain yang disertai dengan sakit demam, apalagi pada hari pertama mengalami demam, akan sulit untuk anda dapat memastikan bahwa demam tersebut adalah sebagai demam tifoid. Gejala yang terdapat pada jenis penyakit lain antara lain seperti penyakit demam berdarah dengue, morbili dan penyakit lainnya.

Mengenali gejala tifu dengan baik merupakan hal yang sangat penting untuk anda lakukan, karena dengan mengetahui gejala tifus anda dapat segera melakukan pencegahan agar tifus tidak akan semakin parah. berikut ini ada beberapa gejala umum penyakit tifus.

Kids Health

Gejala Tifus

Gejala Tifus

Berikut ini ada beberapa gejala-gejala yang umumnya biasa dirasakan oleh orang-orang yang menderita penyakit tifus, antara lain :

Sakit Perut, Mual dan Muntah

Umumnya orang sedang menderita penyakit tifus ini  biasanya akan mengalami sakit perut di bagian perut sebelah kiri, yang di mana terdapat usus 12 jari yang sudah mengalami infeksi. Sedangkan untuk penyakit maag, rasa sakit terdapat pada perut bagian atas atau bagian ulu hati.

Perubahan Pola BAB

Gejal tifus yang biasanya akan dirasakan pada orang yang sedang menderita penyakit tifus akan disertai dengan adanya perubahan pola buang air besar, seperti dengan bergantian dapat mengalami diare saja atau bahkan berubah menjadi tidak bisa buang air besar.

Demam atau Badan Panas

Gejala tifus selanjutnya yang biasa terjadi pada penderita tifus disertai dengan demam atau badan panas yang berlangsung selama beberapa hari. Selain itu suhu tubuh kemungkinan akan berubah sangat tinggi hingga mencapai 40 o C, disertai dengan sakit kepala, badan lemas dan lemah.

Denyut Nadi Melambat

Pada dasarnya orang yang mengalami suhu tubuh yang panas, orang yang panas maka denyut jantungnya juga akan meningkat sebesar 10 persen, setiap kali  mengalami kenaikan suhu tubuh sebesar 1 o celcius, tapi hal tersebut tidak berlaku pada demam tifus. Pada orang yang terkena penyakit tifus ini justru denyut nadinya akan melambat. Hal tersebut di akibatkan karena adanya toksin (racun) dari kuman penyebab tifus yang kemudian akan menyebabkan reaksi tersebut.

Lidah Berwarna Putih

Pada orang yang mengalami tifus umunya pada lidah bagian tengah akan berubah berwarna putih dan pada bagian pinggir-pinggirnya berwarna merah, serta pada saat penderita tersebut menjalurkan lidahnya maka akan terjadi tremor (lidahnya gemetar).

Itulah kelima gejala tifus tersebut diatas merupakan gejala-gejala tifus yang umumnya akan dialami orang yang menderita penyakit tifus tersebut. dan jika anda sudah mengalmi gejala-gejala tifus seperti diatas sebaiknya langsung melakukan pengobatan, agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Posted in Gejala Tifus | Tagged , , | Comments Off on Gejala Tifus

Gejala Penyakit Tifus

Gejala Penyakit Tifus – penyakit tifus  adalah sejenis penyakit yang terdapat pada pencernaan yang cukup berbahaya dan dapat mengancam jiwa penderitanya bila terlambat mendapat pertolongan medis. Ia merupakan penyakit infeksi akut pada anus, yang juga sering disebut penyakit enterik. Yang dimaksud akut disini adalah seluruh tubuh akan turut menderita bila seseorang dihinggapi oleh penyakit tifus  ini. Ia juga kadang-kadang dinamai dengan thypus abdominalis (thypus perut).

Gejala Penyakit Tifus

Gejala Penyakit Tifus

Penyakit tifus sering menghinggapi anak-anak, namun orang dewasa juga tak luput diserang penyakit ini. Sebagai penyebab timbulnya penyakit ini pada seseorang penderita diperkirakan oleh kuman salmonella thypti atau salmonesis prothypi A B dan C. Selain dari menyebabkan munculnya penyakit tifus, kuman itu juga menyebabkan gastroenteritis (keracunan makanan). Kuman yang menimbulkan penyakit ini masuk melalui makanan dan minuman yang sudah tercemar oleh kuman salmonella. Kemudian ini bersarang di usus halus penderita, lalu ia menggerogoti dinding usus.

Akibatnya usus menjadi luka yang pada waktunya bisa berkembang menjadi tukak thypus, dan usus yang dapat berlubang. Kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi thypus yang cukup berat. Komplikasi ini pada umumnya terjadi pada minggu kedua.Sebenarnya untuk menemukan penyakit tifus atau tidak harus diperiksa darah penderita secara lengkap. Setelah itu demam yang diidapi baru murni pemeriksaan sesaat.

Untuk menentukan penyakit tifus digunakan hasil pemeriksaan laboratorium yang lengkap dan kemudian dicocockkan dengan hasil sebelumnya.Bila sang dokter sudah benar-benar yakin hasil akhir ini, maka si penderita memang mengidap penyakit tifus  baru ia mulai untuk melakukan perawatan ke arah itu.

Gejala Penyakit Tifus

Berikut ini ada beberapa gejala tifus, antara lain :

Gejala Penyakit Tifus

Gejala Penyakit Tifus

  • Gejala penyakit tifus yang paling sering dirasakan adalah penderita ditandai dengan demam tinggi dari 39-40 derajat celcius yang terjadi pada malam hari akan tetapi pada pagi dan siang hari demam kembali menurun dan pada malam harinya demam naik kembali.  Dan biasanya demam ini akan terjadi selama sekitar 3 minggu.
  • Penderita akan mengalami kehilangan nafsu makan sehingga badan juga akan menjadi lemas.
  • Dengan menurunnya nafsu makan sudah di pastikan berat badan juga akan menurun.
  • Peradangan terjadi pada tenggorokan, bibir pecah dan kering.
  • Mulut mengalami bau tak sedap
  • Bagian pinggir lidah berwarna merah, akan tetapi bagian tengahnya berwarna putih serta lidah terasa pahit sehingga membuat si penderita menjadi males makan.
  • Otot terasa nyeri dan mengalami sakit kepala berat.
  • Tubuh menggigil dan tekanan darah rendah.
  • Penderita akan mengalami diare, namun ada juga yang mengalami susah buang air besar.
  • Bagian perut akan terasa sakit yang disebabkan oleh pembengkakan limpa dan hati.
  • Penderita akan mengalami mual dan muntah-muntah.
  • Pada bagian perut dan dada akan timbul bercak-bercak kecil berwarna merah.
  • Terjadinya gangguan kesadaran atau pingsan apabila si penderita sudah mengalami kondisi yang parah.

Jika gejala penyakit tifus ini tidak segera mendapat penangan yang tepay maka akan mengakibatkan terjadinya kebocoran di bagian usus dan tentunya ini sangatlah berbahaya bagi keselamatan bahkan dapat mengakibatkan kematian.

Jadi dapat disimpulkan, bahwa gejala penyakit tifus dapat terjadi di akibatkan dari kurangnya menjaga kebersihan ketika makan dan minum, sehingga dapat membuat bakteri salmonella typti dengan mudah masuk dan berkembangbiak secara cepat di dalam tubuh kita, selain itu daya tahan tubuh manusia yang lemah juga sangat berperan penting sebagai pemicu terjadinya gejala penyakit tifus tersebut.

Cara Mengobati Gejala Tifus

Berikut ini ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengobati gejala tifus, antara lain :

Gejala Penyakit Tifus

Gejala Penyakit Tifus

Cara mengobati gejala tifus yang pertama adalah dengan melakukan pemeriksaan ke dokter sebelum gejala penyakit tifus ini semakin parah selain itu, anda juga dalam melakukan pencegahan dan pengobatan serta banyak istirahat.

Obat-obatan yang biasa dikonsumsi oleh orang-orang yang menderita gejala tifus, diantaranya adalah antibiotik, analgesik, dan cairan infusan apabila diperlukan.

Mengkonsumsi jenis makanan yang lunak dan mudah dicerna seperti bubur dan penderita gejala tifus ini di pantang untuk mengkonsumsi makanan yang pedas maupun asam.

Pengobatan penyakit tifus secara alami menggunakan rebusan ceme tanpa kulit atau rebusan labu yang di haluskan dengan cara di blender, dan minumlah secara rutin setiap hari sampai gejala penyakit tifus tersebut menghilang.

Pengobatan alami yang paling sering digunakan oleh orang tua jaman dulu adalah dengan menggunakan rebusan cacing tanah yang isinya sudah dibersihkan dan dibuang. Namun jika anda merasa geli atau jijik untuk meminum obat tersebut, maka anda dapat membelinya di toko obat cina yang sudah dalam kemasan kapsul.

Itulah beberapa cara pengobatan untuk penyakit tifus ini, sehingga anda bisa langsung melakukan penangannya yang tepat untuk menyembuhkan penyakit tersebut dan pengobatan alami tersebut tidak akan membahayakan kesehatan tubuh anda. Sebaiknya tetap menjaga kebersihan makanan dan minuman anda, sehingga anda tidak akan terserang bakteri salmonella thypti lagi.

Posted in Gejala Tifus | Tagged , , , | Leave a comment

Gejala Penyakit Tifus Pada Anak

Penyakit tifus merupakan salah satu penyakit infeksi yang terjadi yang bisa menyerang saluran pencernaan anak. Penyakit ini disebabkan karena kuman Salmonella typhii yang masuk lewat makanan dan juga minuman yang sudah yang sudah terkontaminasi oleh kuman ini. Selain itu juga kuman bisa masuk melalui dubur, melalui alat masak, melalui bahan makanan dan orang yang memasak makanan tersebut.

Gejala penyakit tifus pada anak adalah biasanya diawali oleh demam yang mengalami peningkatan, kemudian sakit kepala dan pusing kepala, serta rasa tidak enak pada badan, lesu dan nafsu makan yang berkurang. Gejala penyakit tifus lainnya juga bisa ditandai dengan penyakit diare, sembelit atau susah buang air besar, mual, muntah, dan kembung serta sakit perut. Infeksi yang parah yang terjadi pada penyakit tifus adalah ditandai dengan gejala seperti demam tinggi, saat tidur biasanya anaka akan mengigau dan kesarannya akan menurun serta mengalami kejang-kejang.

Gejala penyakit tifus pada anak dengan komplikasi yang parah adalah biasanya perut akan mengalami perforesi atau juga mengalami dinding usus halus yang sobek, penyebaran yang terjadi pada infeksi rongga perut dan juga penyebaran kuman yang terjadi di paru-paru. Anak yang biasanya menderita penyakit tifus ini akan disertai dengan demam tinggi dan perut, jika hal ini terjadi sebaiknya Anda memeriksakan kondisi anak Anda ke dokter.

Cara mencegah gejala penyakit tifus pada anak adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan mereka, dan membersihkan dan memusnahkan tumo atau kutu rambut yang ada pada seluruh anggota keluarga dengan teratur. Membunuh kutu anjing jika Anda memelihara anjing, serta jangan biarkan anak Anda bermain dengan anjing liar. Membunuh tikus dan menaruh racun anti tikus pada tempat atau lubang yang bersarang oleh tikus.

Cara alami mengobati penyakit tifus adalah dengan menggunakan daun patikan kebo segar,
Bahan : 60 gram patikan kebo segar, 30 gram pegagan segar, dan 15 gram pegagan yang dikeringkan.
Cara membuat : cucilah hinga bersih semua bahan-bahan ini, kemudian direbus dengan 800 ml air sampai yang tersisa hanya setengahnya saja, dinginkan dan setelah itu saring. Minumlah 2-3 kali dalam sehari.

 

Posted in Gejala Tifus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penanganan Tipus

Gejala tipus dapat ditunjukan dengan sesuai fasenya setiap minggu
A. Minggu pertama
1. Awalnya mirip dengan demam atau influenza
2.Kadang-kadang terdapat muntah, mencret atau sembelit.
3. Panas naik sedikit demi sedikit setiap hari sampai 40 derajat atau lebih.
4. Sakit kepala dan leher
5. Seringkali denyut nadi relatif lambat dibandingkan tinggi panas badan.

B. Minggu kedua
1. Panas tinggi
2. Terlihat bercak merah muda pada badan
3. Badan menggigil/ gemetar
4. Mengigau
5. Lemah, berat badan menurun, tubuh kekurangan cairan

C. Minggu ketiga
Jika tidak terjadi komplikasi, panas, dan tanda-tanda lainnya akan hilang perlahan-lahan. Komplikasi yang terjadi biasanya pneumonia dan kerusakan sistem syaraf bagian tengah.

Penanganan tipus dapat dilakukan dengan beberapa cara dibawah ini :

1. Jika terinfeksi maka penderita harus segera mendapatkan pertolongan dokter atau petugas kesehatan terdekat.
2. Berikan chloramphenicol untuk orang dewasa dua kapsul 250 mg 4 kali sehari. Jika tidak ada chloramphenicol, gunakan ampicilin atau tetracycline.
3. Turunkan panasnya dengan kain basah yang dingin
4. Berikan cairan yang banyak; sup, sari buah, dan minuman untuk mengembalikan cairan dalam tubuh.
5. Berikan makanan yang bergizi bila perlu dalam bentuk cairan
6. Penderita harus istirahat ditempat tidur sampai panasnya hilang sama sekali.
7. Jika penderita batuk darah atau timbul tanda-tanda peradangan pada selaput perut, ia harus segera dibawa kerumah sakit.
Cara mencegah terserang penyakit tipus adalah, Menjaga kebersihan diri dan lingkungan dan hati-hati  dengan gigitan kutu , baik kutu manusia maupun kutu hewan.

Posted in Gejala Tifus | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Tipus

Tipus adalah penyakit yang mematikan akibat infeksi Rickettsia penyebab tipus epidemik (Rickettsia prowazekii) dan tipus endemik (rickettsia typht).

Pada dasarnya gambaran klinik antara tipus epidemik dan endemik adalah sama, hanya pada tipus endemik gejala penyakitnya lebih ringan jika dibandingkan dengan tu[ipus epidemik dan jarang berakibat fatal.

Penyakit ini disebarkan dari kotoran ke mulut dalam makanan dan air yang tercemar, dan sering dalam makanan dan air yang tercemar, dan sering timbul bentuk wabah atau epidemi, yaitu penduduk jatuh sakit secara bersamaan. Rickettsia berembang biak didalam sel endotel pembuluh darah kecil.
Sel membengkak dan nekrosis, terjadi trombosis pembuluh darah yang dapat berakibat fatal.

Jenis penyakit Tipus :

1. Tipus epidemik
Tipus epidemik disebut juga dengan louse-borne thypus, camp fever, atau jail fever disebabkan oleh Rickettsia powazeki. Pada sat ini penyakit ini relatif jarang ditemukan lagi, kebanyakan kasus hanya ditemukan di Afrika Utara. Penyakit ini ditularkan oleh kutu manusia, Pediculus vestimenti yang bersarang didalam lipatan pakaian.

2. Tipus endemik
Tipus endemik disebut juga dengan murine thypus, ras thypus, atau fleaborne thypus disebabkan oleh rickettsia typhi yang dahulunya juga disebut rickettsia mooseri.
Penyakit ini ditularkan dari tikus ke tikus dan dari tikus ke manusia oleh pinjal tikus (xenopsylla cheopsis) dan kutu tikus (polyplax spinulosa). Selain itu, kutu manusia pun dapat menularkannya.

Posted in Gejala Tifus | Tagged , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Penyakit Tifus

Tifus termasuk infeksi sistematik dengan gejala yang khas yaitu demam. Adapun demam yang dialami oleh pasien yang menderita penyakit ini umumnya memiliki pola khusus dengan suhu yang meningkat (sangat tinggi) naik-turun. Hal ini terjadi pada sore dan malam hari sedangkan dipagi hari hampir tidak terjadi demam. hal inilah yang biasanya tidak disadari oleh sipasien maupun keluarga si pasien.

Tanda-Tanda Tipes

Demam pada penderita Tifus mulai meninggi biasanya diatas jam 12 siang. Umumnya disaat si penderita pertama kali terkena penyakit ini, panasnya tidak terlalu tinggi namun demamnya muncul 1-2 hari kemudian.
Perbedaanya dengan demam berdarah (DBD) yaitu umumnya penyakit demam berdarah panasnya meningkat mendadak dengan suhu yang cukup tinggi dan demamnya akan turun secara cepat dihari ke-5 atau ke-6. Jika demamnya sudah berlangsung 7 hari, sangat memungkinkan demam ini disebabkan oleh tifus dan bukan demam berdarah.

Tanda-tanda atau gejala penyakit tipes yang lainnya yakni bisa dilihat pada lidah si pasien yang berwarna abu-abu karena kurang makan sehingga kotoran menetap dilidahnya dan gejala lainnya yaitu suhu badan yang tidak sejajar dengan denyut nadi. Sebab normalnya jika suhu tubuh meningkat (tinggi) maka denyut nadinya juga tinggi.

Kurang selera makan dan mengeluh atau merasa sakit pada perut bagian bawah. Pada beberapa kasus penyakit ini juga kadang dikira usus buntu maka terkadang dilakukan operasi padahal penyakit ini adalah penyakit Tifus, hal ini disebabkan oleh kuman yang menyerang kelenjar limfa sehingga terjadi peradangan yang terletak pada bagian akhir usus. Jika penyakit ini sudah parah dan penyakit ini diabaikan atau tidak disadari maka disaat sipasien tadi melakukan BAB (buang air besar) maka tinja yang dikeluarkan akan bercampur dengan darah dan jika ini berlangsung lama maka akan menyebabkan komplikasi. Adapun gejala komplikasi umumnya muncul pada minggu ke-dua sedangkan pada minggu pertama mungkin saja komplikasi belum terjadi. Pada tahap selanjutnya jika belum tertangani (diobati) juga maka akan menyebabkan perforasi atau lubang pada usus. Dan juga bila tinja atau kotoran yang dikeluarkan sudah berwarna hitam maka bisa mengakibatkan kematian.

Cara Mencegah Tipes

Adapun cara mencegah penyakit tifus secara sederhana adalah dimulai dengan memperhatikan lingkungan sekitar dan kesehatan tubuh kita, sebagai upaya mengatasi penyakit. Berikut tips yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh :

– Menghindari mengkonsumsi jajanan di pinggir jalan serta jika mengkonsumsi telur sebaiknya telur yang benar-benar matang.

– Sebaiknya melakukan imunisasi tipes untuk, meningkatkan daya tahan tubuh anda terhadap penyakit tipes.

– Meningkatkan daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup (7-8 jam/sehari), olahraga teratur 3-4 kali dalam seminggu selama 1 jam untuk mencegah

– Jika anda pernah mengalami penyakit ini sebaiknya jangan melakukan pekerjaan yang sangat melelahkan sebab akan mudah kambuh jika dibandingkan dengan orang yang belum pernah terkena penyakit tipes.

– Hindari makanan yang tidak higienis.

– Mencuci tangan sebelum makan.

Posted in Gejala Tifus | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Komplikasi Penyakit Tipes

Penyakit tipes disebabkan oleh Bakteri Salomenella Typhosa. Kuman ini lebih banyak menular lewat makanan dan minuman, tinja dan air seni yang dibawa oleh lalat. Kuman Sallomella termasuk genus bakteri entrobakteria gram negatif yang berbentuk tongkat dengan masa inkubasi kuman dalam tubuh 5-12 hari.

Masa inkubasi berlangsung 7-12 hari, walaupun pada umumnya adalah 10-12 hari. Pada awal penyakit ini keluhan dan gejala penyakit ini tidaklah khas, biasanya berupa :

– Tidak nafsu makan
– Rasa malas
– Sakit kepala bagian depan
– Nyeri otot
– Lidah kotor
– Gangguan perut (perut meragam dan sakit)

Komplikasi Tifus

1. Komplikasi Intestinal

a. Perdarahan usus

b. Perforasi usus

c. Ileus paralitik

2. Komplikasi Ekstra -Intestinal

a. Komplikasi Kardiovaskuler

Kegagalan sirkulasi perifer (renjatanseptik),miokarditis,trombosis dan tromboflebitis

b. Komplikasi Darah

Anemia hemolitik ,trombositopenia, dan atau Disseminated

c. Komplikasi Paru

Pneumonia,empiema,dan pleuritis

d. Komplikasi Hepar dan Kandung Empedu

Hepatitis dan kolesistitis

e. Komplikasi Ginjal

Glomerulonefritis,pielonefritis, dan perinefritis

f. Komplikasi Tulang

Osteomielitis,periostitis,spondilitisdan Artritis

g. Komplikasi Neuropsikiatrik

Delirium, meningismus, meningitis, polineuritisperifer, sindrom guillain-barre, psikosis dan sindrom katatonia

h. Intravascular Coagulation (DIC) dan Sindrom Uremia Hemolitik

Posted in Gejala Tifus | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala dan Tanda-Tanda Tifus

Tifus adalah penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh kuman. Tifus atau disebut juga demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan penyakit ini banyak terdapat di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, karena makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri ini.

1. Minggu Pertama (awal terinfeksi)

Setelah melewati masa inkubasi 10-14 hari, gejala penyakit ini pada awalnya sama dengan penyakit infeksi akut yang lain, seperti demam tinggi yang berpanjangan yaitu setinggi 39ºc hingga 40ºc, sakit kepala, pusing, pegal-pegal, anoreksia, mual, muntah, batuk, denyut lemah, pernapasan semakin cepat dengan gambaran bronkitis kataral, perut kembung dan sembelit atau diare.

Pada akhir minggu pertama, diare lebih sering terjadi. Khas lidah pada penderita adalah kotor di tengah, tepi dan ujung merah serta bergetar atau tremor. Episteksis dapat dialami oleh penderita sedangkan tenggorokan terasa kering dan beradang. Jika penderita ke dokter pada periode tersebut, akan menemukan demam dengan gejala-gejala di atas yang bisa saja terjadi pada penyakit-penyakit lain juga.

Ruam kulit (rash) umumnya terjadi pada hari ketujuh dan terbatas pada abdomen disalah satu sisi dan tidak merata, bercak-bercak ros (roseola) berlangsung 3-5 hari, kemudian hilang dengan sempurna. Roseola terjadi terutama pada penderita golongan kulit putih yaitu berupa makula merah tua ukuran 2-4 mm, berkelompok, timbul paling sering pada kulit perut, lengan atas atau dada bagian bawah, kelihatan memucat bila ditekan. Pada infeksi yang berat, purpura kulit yang difus dapat dijumpai. Limpa menjadi teraba dan abdomen mengalami distensi.

2. Minggu Kedua

Jika pada minggu pertama, suhu tubuh berangsur-angsur meningkat setiap hari, yang biasanya menurun pada pagi hari kemudian meningkat pada sore atau malam hari. Karena itu, pada minggu kedua suhu tubuh penderita terus menerus dalam keadaan tinggi. Suhu badan yang tinggi, dengan penurunan sedikit pada pagi hari berlangsung. Terjadi perlambatan relatif nadi penderita. Yang semestinya nadi meningkat bersama dengan peningkatan suhu, saat ini relatif nadi lebih lambat dibandingkan peningkatan suhu tubuh.

Gejala ketika kuman sudah masuk aliran darah  semakin berat yang ditandai dengan keadaan penderita yang mengalami delirium. Gangguan pendengaran umumnya terjadi. Lidah tampak kering,merah mengkilat. Nadi semakin cepat sedangkan tekanan darah menurun, sedangkan diare menjadi lebih sering yang kadang-kadang berwarna gelap akibat terjadi perdarahan. Pembesaran hati dan limpa. Perut kembung dan sering berbunyi. Gangguan kesadaran. Mengantuk terus menerus, mulai kacau jika berkomunikasi dan lain-lain.

3. Minggu Ketiga

Suhu tubuh berangsung-angsur turun dan normal kembali di akhir minggu. Hal itu jika terjadi tanpa komplikasi atau berhasil diobati. Bila keadaan membaik, gejala-gejala akan berkurang dan temperatur mulai turun. Meskipun demikian justru pada saat ini komplikasi perdarahan dan perforasi cenderung untuk terjadi, akibat lepasnya kerak dari ulkus. Sebaliknya jika keadaan makin memburuk, dimana toksemia memberat dengan terjadinya tanda-tanda khas berupa delirium atau stupor,otot-otot bergerak terus, inkontinensia alvi dan inkontinensia urin.

Meteorisme dan timpani masih terjadi, juga tekanan abdomen sangat meningkat diikuti dengan nyeri perut. Penderita kemudian mengalami kolaps. Jika denyut nadi sangat meningkat disertai oleh peritonitis lokal maupun umum, maka hal ini menunjukkan telah terjadinya perforasi usus sedangkan keringat dingin,gelisah,sukar bernapas dan kolaps dari nadi yang teraba denyutnya memberi gambaran adanya perdarahan. Degenerasi miokardial toksik merupakan penyebab umum dari terjadinya kematian penderita demam tifoid pada minggu ketiga.

4. Minggu Keempat

Merupakan stadium penyembuhan meskipun pada awal minggu ini dapat dijumpai adanya pneumonia lobar atau tromboflebitis vena femoralis.

Posted in Gejala Tifus | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment