Gejala Penyakit Tifus Pada Anak

Penyakit tifus merupakan salah satu penyakit infeksi yang terjadi yang bisa menyerang saluran pencernaan anak. Penyakit ini disebabkan karena kuman Salmonella typhii yang masuk lewat makanan dan juga minuman yang sudah yang sudah terkontaminasi oleh kuman ini. Selain itu juga kuman bisa masuk melalui dubur, melalui alat masak, melalui bahan makanan dan orang yang memasak makanan tersebut.

Gejala penyakit tifus pada anak adalah biasanya diawali oleh demam yang mengalami peningkatan, kemudian sakit kepala dan pusing kepala, serta rasa tidak enak pada badan, lesu dan nafsu makan yang berkurang. Gejala penyakit tifus lainnya juga bisa ditandai dengan penyakit diare, sembelit atau susah buang air besar, mual, muntah, dan kembung serta sakit perut. Infeksi yang parah yang terjadi pada penyakit tifus adalah ditandai dengan gejala seperti demam tinggi, saat tidur biasanya anaka akan mengigau dan kesarannya akan menurun serta mengalami kejang-kejang.

Gejala penyakit tifus pada anak dengan komplikasi yang parah adalah biasanya perut akan mengalami perforesi atau juga mengalami dinding usus halus yang sobek, penyebaran yang terjadi pada infeksi rongga perut dan juga penyebaran kuman yang terjadi di paru-paru. Anak yang biasanya menderita penyakit tifus ini akan disertai dengan demam tinggi dan perut, jika hal ini terjadi sebaiknya Anda memeriksakan kondisi anak Anda ke dokter.

Cara mencegah gejala penyakit tifus pada anak adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan mereka, dan membersihkan dan memusnahkan tumo atau kutu rambut yang ada pada seluruh anggota keluarga dengan teratur. Membunuh kutu anjing jika Anda memelihara anjing, serta jangan biarkan anak Anda bermain dengan anjing liar. Membunuh tikus dan menaruh racun anti tikus pada tempat atau lubang yang bersarang oleh tikus.

Cara alami mengobati penyakit tifus adalah dengan menggunakan daun patikan kebo segar,
Bahan : 60 gram patikan kebo segar, 30 gram pegagan segar, dan 15 gram pegagan yang dikeringkan.
Cara membuat : cucilah hinga bersih semua bahan-bahan ini, kemudian direbus dengan 800 ml air sampai yang tersisa hanya setengahnya saja, dinginkan dan setelah itu saring. Minumlah 2-3 kali dalam sehari.

 

Posted in Gejala Tifus | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penanganan Tipus

Gejala tipus dapat ditunjukan dengan sesuai fasenya setiap minggu
A. Minggu pertama
1. Awalnya mirip dengan demam atau influenza
2.Kadang-kadang terdapat muntah, mencret atau sembelit.
3. Panas naik sedikit demi sedikit setiap hari sampai 40 derajat atau lebih.
4. Sakit kepala dan leher
5. Seringkali denyut nadi relatif lambat dibandingkan tinggi panas badan.

B. Minggu kedua
1. Panas tinggi
2. Terlihat bercak merah muda pada badan
3. Badan menggigil/ gemetar
4. Mengigau
5. Lemah, berat badan menurun, tubuh kekurangan cairan

C. Minggu ketiga
Jika tidak terjadi komplikasi, panas, dan tanda-tanda lainnya akan hilang perlahan-lahan. Komplikasi yang terjadi biasanya pneumonia dan kerusakan sistem syaraf bagian tengah.

Penanganan tipus dapat dilakukan dengan beberapa cara dibawah ini :

1. Jika terinfeksi maka penderita harus segera mendapatkan pertolongan dokter atau petugas kesehatan terdekat.
2. Berikan chloramphenicol untuk orang dewasa dua kapsul 250 mg 4 kali sehari. Jika tidak ada chloramphenicol, gunakan ampicilin atau tetracycline.
3. Turunkan panasnya dengan kain basah yang dingin
4. Berikan cairan yang banyak; sup, sari buah, dan minuman untuk mengembalikan cairan dalam tubuh.
5. Berikan makanan yang bergizi bila perlu dalam bentuk cairan
6. Penderita harus istirahat ditempat tidur sampai panasnya hilang sama sekali.
7. Jika penderita batuk darah atau timbul tanda-tanda peradangan pada selaput perut, ia harus segera dibawa kerumah sakit.
Cara mencegah terserang penyakit tipus adalah, Menjaga kebersihan diri dan lingkungan dan hati-hati  dengan gigitan kutu , baik kutu manusia maupun kutu hewan.

Posted in Gejala Tifus | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Tipus

Tipus adalah penyakit yang mematikan akibat infeksi Rickettsia penyebab tipus epidemik (Rickettsia prowazekii) dan tipus endemik (rickettsia typht).

Pada dasarnya gambaran klinik antara tipus epidemik dan endemik adalah sama, hanya pada tipus endemik gejala penyakitnya lebih ringan jika dibandingkan dengan tu[ipus epidemik dan jarang berakibat fatal.

Penyakit ini disebarkan dari kotoran ke mulut dalam makanan dan air yang tercemar, dan sering dalam makanan dan air yang tercemar, dan sering timbul bentuk wabah atau epidemi, yaitu penduduk jatuh sakit secara bersamaan. Rickettsia berembang biak didalam sel endotel pembuluh darah kecil.
Sel membengkak dan nekrosis, terjadi trombosis pembuluh darah yang dapat berakibat fatal.

Jenis penyakit Tipus :

1. Tipus epidemik
Tipus epidemik disebut juga dengan louse-borne thypus, camp fever, atau jail fever disebabkan oleh Rickettsia powazeki. Pada sat ini penyakit ini relatif jarang ditemukan lagi, kebanyakan kasus hanya ditemukan di Afrika Utara. Penyakit ini ditularkan oleh kutu manusia, Pediculus vestimenti yang bersarang didalam lipatan pakaian.

2. Tipus endemik
Tipus endemik disebut juga dengan murine thypus, ras thypus, atau fleaborne thypus disebabkan oleh rickettsia typhi yang dahulunya juga disebut rickettsia mooseri.
Penyakit ini ditularkan dari tikus ke tikus dan dari tikus ke manusia oleh pinjal tikus (xenopsylla cheopsis) dan kutu tikus (polyplax spinulosa). Selain itu, kutu manusia pun dapat menularkannya.

Posted in Gejala Tifus | Tagged , , , , , | Leave a comment

Cara Mencegah Penyakit Tifus

Tifus termasuk infeksi sistematik dengan gejala yang khas yaitu demam. Adapun demam yang dialami oleh pasien yang menderita penyakit ini umumnya memiliki pola khusus dengan suhu yang meningkat (sangat tinggi) naik-turun. Hal ini terjadi pada sore dan malam hari sedangkan dipagi hari hampir tidak terjadi demam. hal inilah yang biasanya tidak disadari oleh sipasien maupun keluarga si pasien.

Tanda-Tanda Tipes

Demam pada penderita Tifus mulai meninggi biasanya diatas jam 12 siang. Umumnya disaat si penderita pertama kali terkena penyakit ini, panasnya tidak terlalu tinggi namun demamnya muncul 1-2 hari kemudian.
Perbedaanya dengan demam berdarah (DBD) yaitu umumnya penyakit demam berdarah panasnya meningkat mendadak dengan suhu yang cukup tinggi dan demamnya akan turun secara cepat dihari ke-5 atau ke-6. Jika demamnya sudah berlangsung 7 hari, sangat memungkinkan demam ini disebabkan oleh tifus dan bukan demam berdarah.

Tanda-tanda atau gejala penyakit tipes yang lainnya yakni bisa dilihat pada lidah si pasien yang berwarna abu-abu karena kurang makan sehingga kotoran menetap dilidahnya dan gejala lainnya yaitu suhu badan yang tidak sejajar dengan denyut nadi. Sebab normalnya jika suhu tubuh meningkat (tinggi) maka denyut nadinya juga tinggi.

Kurang selera makan dan mengeluh atau merasa sakit pada perut bagian bawah. Pada beberapa kasus penyakit ini juga kadang dikira usus buntu maka terkadang dilakukan operasi padahal penyakit ini adalah penyakit Tifus, hal ini disebabkan oleh kuman yang menyerang kelenjar limfa sehingga terjadi peradangan yang terletak pada bagian akhir usus. Jika penyakit ini sudah parah dan penyakit ini diabaikan atau tidak disadari maka disaat sipasien tadi melakukan BAB (buang air besar) maka tinja yang dikeluarkan akan bercampur dengan darah dan jika ini berlangsung lama maka akan menyebabkan komplikasi. Adapun gejala komplikasi umumnya muncul pada minggu ke-dua sedangkan pada minggu pertama mungkin saja komplikasi belum terjadi. Pada tahap selanjutnya jika belum tertangani (diobati) juga maka akan menyebabkan perforasi atau lubang pada usus. Dan juga bila tinja atau kotoran yang dikeluarkan sudah berwarna hitam maka bisa mengakibatkan kematian.

Cara Mencegah Tipes

Adapun cara mencegah penyakit tifus secara sederhana adalah dimulai dengan memperhatikan lingkungan sekitar dan kesehatan tubuh kita, sebagai upaya mengatasi penyakit. Berikut tips yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh :

- Menghindari mengkonsumsi jajanan di pinggir jalan serta jika mengkonsumsi telur sebaiknya telur yang benar-benar matang.

- Sebaiknya melakukan imunisasi tipes untuk, meningkatkan daya tahan tubuh anda terhadap penyakit tipes.

- Meningkatkan daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup (7-8 jam/sehari), olahraga teratur 3-4 kali dalam seminggu selama 1 jam untuk mencegah

- Jika anda pernah mengalami penyakit ini sebaiknya jangan melakukan pekerjaan yang sangat melelahkan sebab akan mudah kambuh jika dibandingkan dengan orang yang belum pernah terkena penyakit tipes.

- Hindari makanan yang tidak higienis.

- Mencuci tangan sebelum makan.

Posted in Gejala Tifus | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Komplikasi Penyakit Tipes

Penyakit tipes disebabkan oleh Bakteri Salomenella Typhosa. Kuman ini lebih banyak menular lewat makanan dan minuman, tinja dan air seni yang dibawa oleh lalat. Kuman Sallomella termasuk genus bakteri entrobakteria gram negatif yang berbentuk tongkat dengan masa inkubasi kuman dalam tubuh 5-12 hari.

Masa inkubasi berlangsung 7-12 hari, walaupun pada umumnya adalah 10-12 hari. Pada awal penyakit ini keluhan dan gejala penyakit ini tidaklah khas, biasanya berupa :

- Tidak nafsu makan
- Rasa malas
- Sakit kepala bagian depan
- Nyeri otot
- Lidah kotor
- Gangguan perut (perut meragam dan sakit)

Komplikasi Tifus

1. Komplikasi Intestinal

a. Perdarahan usus

b. Perforasi usus

c. Ileus paralitik

2. Komplikasi Ekstra -Intestinal

a. Komplikasi Kardiovaskuler

Kegagalan sirkulasi perifer (renjatanseptik),miokarditis,trombosis dan tromboflebitis

b. Komplikasi Darah

Anemia hemolitik ,trombositopenia, dan atau Disseminated

c. Komplikasi Paru

Pneumonia,empiema,dan pleuritis

d. Komplikasi Hepar dan Kandung Empedu

Hepatitis dan kolesistitis

e. Komplikasi Ginjal

Glomerulonefritis,pielonefritis, dan perinefritis

f. Komplikasi Tulang

Osteomielitis,periostitis,spondilitisdan Artritis

g. Komplikasi Neuropsikiatrik

Delirium, meningismus, meningitis, polineuritisperifer, sindrom guillain-barre, psikosis dan sindrom katatonia

h. Intravascular Coagulation (DIC) dan Sindrom Uremia Hemolitik

Posted in Gejala Tifus | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala dan Tanda-Tanda Tifus

Tifus adalah penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh kuman. Tifus atau disebut juga demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan penyakit ini banyak terdapat di negara-negara berkembang, seperti Indonesia, karena makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri ini.

1. Minggu Pertama (awal terinfeksi)

Setelah melewati masa inkubasi 10-14 hari, gejala penyakit ini pada awalnya sama dengan penyakit infeksi akut yang lain, seperti demam tinggi yang berpanjangan yaitu setinggi 39ºc hingga 40ºc, sakit kepala, pusing, pegal-pegal, anoreksia, mual, muntah, batuk, denyut lemah, pernapasan semakin cepat dengan gambaran bronkitis kataral, perut kembung dan sembelit atau diare.

Pada akhir minggu pertama, diare lebih sering terjadi. Khas lidah pada penderita adalah kotor di tengah, tepi dan ujung merah serta bergetar atau tremor. Episteksis dapat dialami oleh penderita sedangkan tenggorokan terasa kering dan beradang. Jika penderita ke dokter pada periode tersebut, akan menemukan demam dengan gejala-gejala di atas yang bisa saja terjadi pada penyakit-penyakit lain juga.

Ruam kulit (rash) umumnya terjadi pada hari ketujuh dan terbatas pada abdomen disalah satu sisi dan tidak merata, bercak-bercak ros (roseola) berlangsung 3-5 hari, kemudian hilang dengan sempurna. Roseola terjadi terutama pada penderita golongan kulit putih yaitu berupa makula merah tua ukuran 2-4 mm, berkelompok, timbul paling sering pada kulit perut, lengan atas atau dada bagian bawah, kelihatan memucat bila ditekan. Pada infeksi yang berat, purpura kulit yang difus dapat dijumpai. Limpa menjadi teraba dan abdomen mengalami distensi.

2. Minggu Kedua

Jika pada minggu pertama, suhu tubuh berangsur-angsur meningkat setiap hari, yang biasanya menurun pada pagi hari kemudian meningkat pada sore atau malam hari. Karena itu, pada minggu kedua suhu tubuh penderita terus menerus dalam keadaan tinggi. Suhu badan yang tinggi, dengan penurunan sedikit pada pagi hari berlangsung. Terjadi perlambatan relatif nadi penderita. Yang semestinya nadi meningkat bersama dengan peningkatan suhu, saat ini relatif nadi lebih lambat dibandingkan peningkatan suhu tubuh.

Gejala ketika kuman sudah masuk aliran darah  semakin berat yang ditandai dengan keadaan penderita yang mengalami delirium. Gangguan pendengaran umumnya terjadi. Lidah tampak kering,merah mengkilat. Nadi semakin cepat sedangkan tekanan darah menurun, sedangkan diare menjadi lebih sering yang kadang-kadang berwarna gelap akibat terjadi perdarahan. Pembesaran hati dan limpa. Perut kembung dan sering berbunyi. Gangguan kesadaran. Mengantuk terus menerus, mulai kacau jika berkomunikasi dan lain-lain.

3. Minggu Ketiga

Suhu tubuh berangsung-angsur turun dan normal kembali di akhir minggu. Hal itu jika terjadi tanpa komplikasi atau berhasil diobati. Bila keadaan membaik, gejala-gejala akan berkurang dan temperatur mulai turun. Meskipun demikian justru pada saat ini komplikasi perdarahan dan perforasi cenderung untuk terjadi, akibat lepasnya kerak dari ulkus. Sebaliknya jika keadaan makin memburuk, dimana toksemia memberat dengan terjadinya tanda-tanda khas berupa delirium atau stupor,otot-otot bergerak terus, inkontinensia alvi dan inkontinensia urin.

Meteorisme dan timpani masih terjadi, juga tekanan abdomen sangat meningkat diikuti dengan nyeri perut. Penderita kemudian mengalami kolaps. Jika denyut nadi sangat meningkat disertai oleh peritonitis lokal maupun umum, maka hal ini menunjukkan telah terjadinya perforasi usus sedangkan keringat dingin,gelisah,sukar bernapas dan kolaps dari nadi yang teraba denyutnya memberi gambaran adanya perdarahan. Degenerasi miokardial toksik merupakan penyebab umum dari terjadinya kematian penderita demam tifoid pada minggu ketiga.

4. Minggu Keempat

Merupakan stadium penyembuhan meskipun pada awal minggu ini dapat dijumpai adanya pneumonia lobar atau tromboflebitis vena femoralis.

Posted in Gejala Tifus | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment